Menjadi Pendosa

by Suci Amalia
Angin menghembuskan pikiran-pikiran laknat
Tentang dosa lama yang sulit dilupa
Leherku tercekik
Menjeda antara sesak dan teriak yang dilarang keluar.
Sabda-sabda berhamburan
Dalam catatan digital yang tidak lagi menjadi rahasia.
Ibu mengendus ringkikkan malam yang semakin menggelegar
Sedang ayah menekap dirinya untuk sekedar berkelakar.
Di pojok rumah
Ratap si pendosa
Dan goda yang niscaya adanya
Adakah yang lebih rumit dari sekadar mengakui kesalahan dan memeluk kebenaran
